TUGAS ETIKA BISNIS – IKLAN & REKLAME

Reklame dan iklan mempunyai makna yang setara. Iklan dari kata i’lan (bahasa Arab) berarti pengumuman, dan reklame berarti seruan yang berulang, maka kedua istilah yang terkait dengan media periklanan ini mengandung makna yang setara yaitu untuk kegiatan penyampaian informasi kepada masyarakat atau khalayak sasaran pesan. Iklan dilukiskan sebagai sarana dan media komunikasi antara produsen dan konsumen, antara penjual dan pembeli. Dalam proses periklanan, komunikasi periklanan, sebuah iklan menyampaikan pesan sedemikian rupa sehingga kita memperoleh kesan bahwa iklan tersebut bermaksud memberikan informasi.

Ciri-ciri iklan yang baik adalah :

  1. Etis, berkaitan dengan kepantasan
  2. Estetis, berkaitan dengan kelayakan (target market, target audien, kapan ditayangkan)
  3. Artistik, bernilai seni sehingga mengundang daya tarik khalayak

Fungsi Iklan dibagi menjadi 2 macam, yaitu :

  1. Iklan Persuasif, biasanya ditemukan pada produk-produk yang bukan kebutuhan umum. Iklan tersebut berusaha menarik perhatian hati dan membujuk konsumen untuk membeli produknya.
  2. Iklan Informatif, biasanya menyediakan informasi dan memperkenalkan 1 hal.

Namun didalam dunia periklanan tidak ada yang namanya murni iklan persuasif ataupun iklan yang informatif. Iklan selalu mengandung unsur keduanya. Ketika mengiklankan sesuatu, iklan tersebut pasti dibuat seinformatif dan semenarik mungkin.

Gambar 1

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 2

Ulasan :

Gambar 1 merupakan iklan yang terletak di Perumahan Sutorejo Prima Surabaya iklan tersebut telah melanggar etika periklanan. Penempatan iklan tersebut dapat merusak lingkungan jika dibiarkan begitu saja. Namun kini DPRD Surabaya mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pohon menjadi Peraturan Daerah (Perda). Sejumlah aturan dalam perda tersebut dinilai lebih keras dan tegas dibandingkan perda sebelumnya. Dalam perda terakhir yang dihasilkan anggota DPRD Surabaya masa bakti 2009-2014 ini diatur denda yang cukup berat bagi mereka yang menebang pohon-pohon yang berada di daerah milik jalan. Sebagai contoh, bagi yang memotong pohon dengan diameter 0-30 cm, dendanya mengganti pohon dengan diameter serupa namun dalam jumlah sebanyak 35 pohon. Sedangkan jika pohon yang ditebang diameternya 50 cm, dendanya mengganti pohon dengan diameter serupa sebanyak 50 pohon. Jika diameter pohon yang dipotong lebih dari 50 cm, maka dendanya adalah 80 pohon. Tak hanya soal denda mengganti pohon, juga diatur dalam perda ini juga larangan bagi perusak pohon seperti memaku, menempel, poster, membakar, menyiram bahan kimia, serta perbuatan lain yang bisa merusak pohon maka bisa diancam pidana kurungan tiga bulan dan denda Rp50 juta. Dalam perda ini juga nanti pohon-pohon akan diasuransikan, sehingga jika ada pohon yang roboh dan mengakibatkan adanya korban, maka pemerintah bisa memberikan asuransi terhadap korban tersebut. Karena itulah, Dinas Kebersihan dan Pertamanan sebagai pengelola, juga diwajibkan untuk segera mendata jumlah dan jenis pohon yang dimiliki pemerintah kota.

Dibandingkan dengan Gambar 1, Gambar 2 merupakan reklame yang terletak di sisi depan bagian atas bangunan Royal Plaza Surabaya. Penempatan reklame tersebut sudah tepat karena tidak menganggu pengguna jalan dan terlebih lagi tidak merusak lingkungan. Reklame pada Gambar 2 memberikan informasi yang jelas dan nyata mengenai produk-produk yang dipasarkan kepada masyarakat yang membacanya dan tidak berlebihan dalam menyusun kalimat promosi.

TUGAS ETIKA BISNIS

KAJIAN TEORI

 Etika pada dasarnya adalah standar atau moral yang menyangkut benar-salah, baik -buruk. Dalam kerangka konsep etika bisnis terdapat  pengertian tentang etika perusahaan, etika kerja dan etika perorangan, yang menyangkut hubungan-hubungan sosial antara perusahaan, karyawan dan lingkungannya. Etika perusahaan menyangkut hubungan perusahaan dan karyawan sebagai satu kesatuan dengan lingkungannya (misalnya dengan perusahaan lain atau masyarakat setempat), etika kerja terkait antara perusahaan dengan karyawannya,  dan  etika perorangan mengatur hubungan antar karyawan.

Perilaku etis yang telah berkembang dalam perusahaan menimbulkan situasi saling percaya antara perusahaan dan stakeholders, yang memungkinkan perusahaan meningkatkan keuntungan jangka panjang. Perilaku etis akan mencegah pelanggan, pegawai dan pemasok bertindak oportunis, serta tumbuhnya  saling percaya.

Budaya perusahaan memberi kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan perilaku etis, karena budaya perusahaan merupakan seperangkat nilai dan norma  yang membimbing tindakan karyawan. Budaya dapat mendorong terciptanya perilaku, dan sebaliknya dapat pula mendorong terciptanya perilaku yang tidak etis. Kontribusi merupakan keikutsertaan diri seseorang dalam sesuatu baik berupa partisipasi pemikiran atau materi. Kontribusi dalam organisasi meliputi kemampuan komunikasi dalam kelompok kerja, kemampuan networking, kemampuan untuk peduli dan berpikir kritis serta ketahanan untuk memikirkan pekerjaan secara berkesinambungan dan bahkan memikirkan masa depan bisnis.

Manajemen SDM (sumber daya manusia) merupakan suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya, untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.Bagian atau unit yang biasanya mengurusi SDM adalah departemen sumber daya manusia atau HRD (human resource department).Menurut A.F. Stoner, manajemen SDM merupakan suatu prosedur yang berkelanjutan, yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.Fungsi operasional dalam Manajemen SDM merupakan dasar pelaksanaan proses MSDM yang efisien dan efektif dalam pencapaian tujuan organisasi/perusahaan.

Fungsi operasional tersebut terbagi  lima, secara singkat sebagai berikut:

  1.             Fungsi Pengadaan, yaitu proses penarikan seleksi,penempatan,orientasi,dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai kebutuhan perusahaan (the right man in the right place).
  2.             Fungsi Pengembangan, yaitu proses peningkatan ketrampilan teknis,teoritis,konseptual, dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan latihan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa kini maupun masa depan.
  3.             Fungsi Kompensasi, yaitu pemberian balas jasa langsung dan tidak lansung berbentuk uang atau barang kepada karyawan sebagai imbal jasa (output) yang diberikannya kepada perusahaan. Prinsip kompensasi adalah adil dan layak sesuai prestasi dan tanggung jawab karyawan tersebut.
  1.            Fungsi Pengintegrasian, yaitu kegiatan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, sehingga tercipta kerjasama yang serasi dan saling menguntungkan. Dimana Pengintegrasian adalah hal yang penting dan sulit dalam Manajemen SDM, karena mempersatukan dua aspirasi/kepentingan yang bertolak belakang antara karyawan dan perusahaan.
  2.            Fungsi Pemeliharaan, yaitu kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan agar tercipta hubungan jangka panjang. Pemeliharaan yang baik dilakukan dengan program K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) .

Tidak bisa dipungkiri, perubahan teknologi yang sangat cepat, memaksa organisasi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan usahanya. Perubahan tersebut telah menggeser fungsi-fungsi manajemen SDM yang selama ini hanya dianggap sebagai kegiatan administrasi, yang berkaitan dengan perekrutan pegawai staffing, coordinating yang dilakukan oleh bagian personalia saja. Saat ini manajemen SDM berubah dan fungsi spesialisasi yang berdiri sendiri menjadi fungsi yang terintegrasi dengan seluruh fungsi lainnya di dalam organisasi, untuk bersama-sama mencapai sasaran yang sudah ditetapkan serta memiliki fungsi perencanaan yang sangat strategik dalam organisasi, dengan kata lain fungsi SDM lama menjadi lebih bersifat strategik. Oleh karena itu, manajemen SDM mempunyai kewajiban untuk memahami perubahan yang semakin komplek yang selalu terjadi di lingkungan bisnis. Ia juga harus mengantisipasi perubahan teknologi, dan memahami dimensi internasional yang mulai memasuki bisnis, akibat informasi yang berkembang cepat. Perubahan paradigma dari manajemen SDM tersebut telah memberikan fokus yang berbeda dalam melaksanakan fungsinya didalam organisasi. Ada kecenderungan untuk mengakui pentingnya SDM dalam organisasi dan pemusatan perhatian pada kontribusi fungsi SDM bagi keberhasilan pencapaian tujuan strategi perusahaan. Hal ini dapat dilakukan perusahaan dengan mengintegrasikan pembuatan keputusan strateginya dengan fungsi-fungsi SDM. Dengan demikian, maka akan semakin besar kesempatan untuk memperoleh keberhasilan.

Berdasarkan uraian pengertian etika dan manajemen sumber daya manusia maka etika manajemen sumber daya manusia dapat diartikan sebagai ilmu yang menerapkan prinsip-prinsip etika tehadap hubungan dengan sumber daya manusia dan kegiataannya.

Koran 1 Koran 2

TUGAS ETIKA BISNIS

RESUME BUDAYA PERUSAHAAN – DAMPAK DAN IMPLEMENTASI

Budaya perusahaan merupakan pola dari keyakinan, harapan, dan arti yang mempengaruhi dan mengarahkan pemikiran dan perilaku anggota organisasi. Budaya menjadi bagian tidak terpisahkan dari lingkungan sehingga para partisipannya sampai tidak menyadari keberadaannya. Perusahaan-perusahaan yang etis harus menemukan cara untuk mendorong, membentuk, dan memungkinkan keputusan yang bertanggung jawab dan etis. Terdapat dua pendekatan organisasi untuk meninjau budaya perusahaan yang mendorong tindakan etis, yang pertama adalah pendekatan organisasi yang birokratis dan hierarkis. Pengambilan keputusan dalam pendekatan organisasi yang birokratis dan hierarkis didasarkan pada aturan-aturan dan prosedur-prosedur yang ditetapkan. Keputusan tersebut membutuhkan persetujuan pihak berwenang. Pendakatan organisasi semacam ini tidak mampu menghantarkan informasi hingga ke tingkat pengambil keputusan dan manajer di tingkat yang lebih rendah tidak memiliki otoritas untuk memutuskan sendiri. Yang kedua adalah pendekatan organisasi yang tidak birokratis. Pendekatan ini memberikan wewenang kepada orang-orang di garis depan untuk menyelesaikan masalah tanpa menunggu atasan mengambil keputusan atau memberikan arahan. Kedua pendekatan itu merefleksikan perbedaan-perbedaan budaya. Budaya yang etis memiliki dampak yang langsung dan praktis pada laba/hasil akhir. Budaya etis yang kuat dapat menjadi alat pencegah kerugian yang dapat menimpa para pemegang kepentingan perusahaan dan meningkatkan laba yang berkelanjutan.

Pada tahun 1990 perusahaan diklasifikasikan sebagai perusahaan yang memiliki budaya berdasarkan kepatuhan dan perusahaan yang memiliki budaya berdasarkan nilai. Budaya berdasarkan kepatuhan menekankan kepatuhan terhadap peraturan sebagai tanggung jawab utama etika, sedangkan budaya berdasarkan nilai adalah budaya yang memperkuat seperangkat nilai tertentu daripada peraturan tertentu. Kepatuhan dan program audit yang ketat menjadi batu loncatan dalam mengimplementasikan program mengenai nilai-nilai etis yang lebih komprehensif.

Selain budaya berdasarkan kepatuhan dan budaya berdasarkan nilai, kepemimpinan yang efektif dan kepemimpinan etis juga berperan penting dalam menciptakan dan mengubah budaya perusahaan. Pemimpin yang etis adalah pemimpin yang transformatif atau transaksional menggunakan metode sesuai etika untuk memberdayakan para bawahan dalam mengambil inisiatif dan memecahkan masalah. Dalam konteks bisnis, pemimpin dinilai efektif jika dapat mengubah perusahaan menjadi perusahaan yang produktif, efisien, dan menguntungkan.

Perusahaan harus menentukan misi sebelum memberikan dampak pada budaya melalui kode perilaku. Pertama, kode perilaku berpotensi untuk meningkatkan reputasi perusahaan dan menyediakan arahan yang konkrit bagi pengambil keputusan internal sehingga menciptakan sistem manajemen resiko yang telah dibangun dalam perusahaan. Kedua, kode perilaku menunjukkan bagaimana pemimpin mengaplikasikan nilai yang diakui dalam praktik bisnis sehari-hari. Ketiga, kode perilaku dapat mengidentifikasi langkah-langkah yang jelas terkait dengan bagaimana pergeseran budaya akan terjadi.

Mengintegrasikan budaya etis di seluruh perusahaan dan menyediakan cara melaksanakannya sangat penting bagi keberhasilan pergeseran budaya apapun dan dampak kepada semua pemegang kepentingan perusahaan. Komunikasi menentukan kejelasan atas tujuan, prioritas, atau proses. Selain komunikasi, pemantauan dan audit menjadi elemen vital dalam penilaian dan pencegahan resiko. Dengan penilaian tersebut maka organisasi lebih mampu untuk mencermati kelemahan-kelemahan sebelum pemegang kepentingan (internal maupun eksternal) menemukannya.

United States Sentencing Commission (USSC) adalah agen independen dalam United States Judiciary yang didirikan pada tahun 1984 untuk mengatur kebijakan penetapan hukuman dalam sistem pengadilan federal. USSC menetapkan Federal Sentencing Guidelines pada tahun 1987 yang bersifat wajib dalam sistem federal yang berlaku bagi terdakwa individual dan organisasi untuk menetapkan keseragaman dan keadilan dalam sistem tersebut. USSC berusaha menggunakan pedoman pemberian hukuman untuk menciptakan suatu lingkungan korporat yang legal dan etis. Pedoman-pedoman tersebut adalah upaya untuk pemberian penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang menciptakan sebuah sistem etika dan kepatuhan yang efektif.

IMG-20141005-00996 IMG-20141007-00998

TUGAS MANAJEMEN STRATEGI

SEJARAH FTI-ITS

Pada tanggal 10 Nopember 1957, Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT) yang diketuai oleh dr. Angka Nitisastro mendirikan “PERGURUAN TEKNIK 10 NOPEMBER SURABAYA” yang pendiriannya diresmikan oleh presiden Soekarno. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya disingkat ITS didirikan berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Pengajaran No. 93367/U.U tanggal 3 Nopember 1960 dan diperbarui dengan SK Menteri P&K No. 101250/U.U tanggal 3 Desember 1960 yang merupakan realisasi dinegerikannya Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember pada tanggal 10 Nopember 1957.

 

Tahun Perkembangan FTI-ITS
1981 Fakultas Teknologi Industri membawahi :
– Jurusan Teknik Mesin
– Jurusan Teknik Elektro
– Jurusan Teknik Kimia
– Jurusan Teknik Fisika
1985 FTI mendirikan 2 Program Studi baru yaitu Teknik Industri dan Teknik Komputer
1991 Sesuai SK Mendikbud No.1213/O/1991 FTI mengelola 3 Jurusan jenjang D-3, yaitu Teknik Mesin, Teknik Elektro dan Teknik Kimia
1994 Program studi Teknik Industri dan Teknik Komputer telah berubah status menjadi Jurusan Teknik Industri dan Jurusan Teknik Komputer
1994 Program S-2 yang dikelola oleh FTI ada 5 (lima) program yaitu :
– Teknik Mesin
– Teknik Elektro
– Teknik Kimia
– Teknik Industri
– Teknik Informatika
1995 FTI membuka lagi satu program D-3 yaitu Teknik Fisika – Instrumentasi serta merubah D-3 Teknik Elektro menjadi D-3 Teknik Elektro – Komputer Kontrol
1996 Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia, khususnya para tenaga kerja yang ada di Indonesia dan pemerataan pendidikan khususnya di Indonesia Bagian Timur (IBT), Fakultas Teknologi Industri – ITS memberikan kesempatan bagi mereka yang bekerja untuk menempuh studi di ITS melalui jalur Program Pendidikan Ekstensi. Dengan demikian dibawah FTI ini ada 4 (empat) program pengelola ekstensi yaitu :
– Teknik Mesin
– Teknik Elektro
– Teknik Kimia
– Teknik Industri
1997 Fakultas Teknologi Industri – ITS bekerjasama dengan Departemen Tenaga Kerja RI menyelenggarakan program Diploma-3 dengan dua bidang studi yaitu :
Mesin Produksi dan Elektro Industri.
1999 FTI – ITS membuka satu program baru di jenjang Strata-1 yaitu
Program Studi Teknik Material.
2001 Program Ekstensi untuk Teknik Fisika dan Teknik Informatika dibuka pada tahun 2000/2001, demikian pula D-3 Ekstensi Teknik Kimia dibuka pada tahun yang sama.

 

VISI FTI-ITS

Fakultas Teknologi Industri ITS sebagai fakultas dengan reputasi internasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi industri.

MISI FTI-ITS

Mengkoordinasi, membina dan mendorong elemen-elemen fakultas dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pemberdayaan masyarakat dengan kualitas internasional yang berkesinambungan, untuk meningkatkan daya saing bangsa dengan menjunjung tinggi etika dan moral akademik.

TUJUAN

  1. Menjadikan sistem pendidikan dan pengajaran pada semua elemen fakultas agar setara dengan standard internasional.
  2. Menyediakan lulusan yang memiliki skill, knowledge, kemampuan praktis sehingga mempunyai kompetensi dan kepercayaan diri untuk bersaing dalam pasar global serta memiliki moral dan etika yang baik.
  3. Memiiki hasil riset, melalui elemen fakultas, yang bisa dipatenkan dan diaplikasikan secara riil dalam dunia industri.
  4. Menghasilkan publikasi nasional dan internasional.
  5. Memberikan konsultasi dan pelatihan teknik di industri dan masyarakat, agar mampu memecahkan persoalan teknik.
  6. Memiliki jaringan kerjasama ditingkat nasional dan internasional.

STRATEGI

  1. Meningkatkan kinerja FTI-ITS agar dapat beroperasi sebagai organisasi pendidikan secara sehat, berkualitas, efisien, produktif dan akuntabel dengan menerapkan konsep-konsep Management.
  2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam bidang manajemen, pendidikan, penelitian dan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, lokakarya dan pendidikan lanjut.
  3. Mempromosikan FTI-ITS agar lebih dikenal secara Nasional maupun Internasional karena keunggulannya sebagai institusi yang menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pemberdayaan masyarakat yang berkualitas melalui publikasi Nasional dan Internasional.
  4. Mengembangkan jejaring dan kerjasama ditingkat nasional maupun internasional melalui media Teknologi Informasi, alumni dan hubungan industrial.

SWOT Analisis

Kekuatan (Streght)

Faktor strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Memiliki kerjasama dan layanan dengan Lembaga Pemerintah, Perusahaan BUMN, dan Perguruan Tinggi Luar Negeri

4

0.31

4

1.24

Menaungi Jurusan-jurusan yang berkompeten dalam dunia pendidikan

2

0.15

2

0.30

Memiliki kepegawaian  yang motivatif

3

0.23

4

0.92

Sistem keuangan yang terintegrasi untuk kegiatan pendidikan

2

0.15

3

0.45

Kepemimpinan yang demokratis

2

0.15

3

0.45

Total

13

0.99

16

3.36

 

 Kelemahan (Weakness)

Faktor strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Sarana dan prasarana yang kurang memadai

3

0.21

-2

-0.42

Lemahnya sistem keamanan kantor dan jurusan

3

0.21

-2

-0.42

Lemahnya tata tertib (khususnya bagi pegawai)

4

0.29

-3

-0.87

Lemahnya pengetahuan pegawai terhadap teknologi informasi

2

0.14

-2

-0.28

Lemahnya kerjasama tim untuk pegawai

2

0.14

-2

-0.28

Total

14

0.99

-11

-2.27

 

 Peluang (Opportunity)

Faktor strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Kebutuhan akan lulusan FTI-ITS yang berkompeten dalam dunia kerja

4

0.36

3

1.08

Menjadi fakultas bertaraf Internasional

4

0.36

3

1.08

Memperoleh sertifikasi akreditasi terbaik untuk setiap jurusan

3

0.31

3

0.93

Total

11

1.03

9

3.09

 

 Ancaman (Threat)

Faktor strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Banyak perguruan tinggi yang semakin maju dan berkembang

3

0.30

-3

-0.90

Biaya pendidikan semakin tinggi

4

0.40

-3

-1.20

Berkurangnya minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi

3

0.30

-2

-0.6

Total

10

1.00

-8

-2.70

Dari hasil analisis internal dan eksternal pada tabel di atas, maka bisa didapatkan total sebagai berikut :

  1. Skor Total Kekuatan               :   3,36
  2. Skor Total Kelemahan            : – 2.27
  3. Skor Total Peluang                  :   3,09
  4. Skor Total Ancaman               : – 2,70

Berpijak pada skor total tersebut di atas, maka penentuan posisi perusahaan dapat digambar sebagai Matrik SWOT yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

matrix

 

Selain itu, penentuan koordinat dari gambar tersebut adalah sebagai berikut :

Koordinat Analisis Internal    = (Skor total Kekuatan – Skor total Kelemahan) : 2

= (3,36 – 2.27) : 2 = 0.55

Koordinat Analisis Eksternal  = (Skor total Peluang – Skor total Ancaman) : 2

= (3,09 – 2,70) : 2 = 0.19

Titik koordinat terletak pada (0.55; 0.19)

Berdasarkan gambar tersebut di atas, maka diketahui posisi FTI-ITS terletak pada kuadran I namun perlu diadakan penyempurnaan analisis dengan menghitung luasan wilayah pada tiap-tiap kuadran. Hasil perhitungan dari masing-masing kuadran dapat digambarkan pada tabel berikut di bawah ini :

Kuadran

Posisi Titik

Luas Matrik

Ranking

Prioritas Strategi
I (SO)

3.36 ; 3.09

10.38

1

Growth
II (WO)

2.27 ; 3.09

7.01

3

Stabilitas
III (WT)

2.27 ; 2.70

6.13

4

Penciutan
IV (ST)

3.36 ; 2.70

9.07

2

Kombinasi

Berdasar tabel tersebut di atas, maka diperoleh ranking luas matrik kuadran sebagai berikut :

  1. Ranking ke 1       : pada kuadran I dengan luas matrik 10.38
  2. Ranking ke 2       : pada kuadran IV dengan luas matrik 6.13
  3. Ranking ke 3       : pada kuadran II dengan luas matrik 9.07
  4. Ranking ke 4       : pada kuadran III dengan luas matrik 7.01

Dengan memiliki keunggulan pada kuadran I (S O strategi), maka FTI-ITS memiliki kekuatan sebagai dasar untuk mendapatkan peluang berkembang sebagai fakultas terbaik di ITS.

Pada kuadran I ( S O Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh FTI – ITS adalah menggunakan kekuatan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada dengan cara :
– Selalu menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang berkepentingan untuk kemajuan FTI – ITS.
– Berinovasi dan termotivasi meningkatkan kinerja pegawai kependidikan fakultas dan jurusan.
– Memanfaatkan sistem yang telah terintegrasi dalam kegiatan pendidikan.
– Menerapkan kebijakan bersama yang telah dibuat antara pimpinan dan staff.

 

 

Pada kuadran II ( W O Strategi ) FTI – ITS dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagi acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan dengan cara :
– Memperkenalkan para alumni yang telah berhasil meraih kesuksesan.
– Memperkenalkan FTI-ITS sebagai fakultas bertaraf internasional kepada publik.
– Memanfaatkan Sertifikat Akreditasi terbaik setiap jurusan FTI-ITS untuk menarik minat siswa-siswi melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi negeri.

 

Pada kuadran III ( W T Strategi ) meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman dengan cara :
– Meningkatkan prestasi para mahasiswa memperoleh kejuaraan dalam berbagai lomba untuk dapat bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.
– Menerapkan biaya pendidikan dengan sistem uang kuliah tunggal berdasarkan penghasilan orang tua.

 

 

Pada kuadran IV ( S T Strategi ) Menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang dengan cara :
– Memberi inovasi dan motivasi demi terciptanya lulusan-lulusan yang siap terjun ke dalam dunia kerja.
– Mengadakan kegiatan pendidikan seperti tukar pelajar ke luar negeri dalam rangka internasionalisasi.

 

 

gambar matrik strategi umum

 

STRATEGI ORGANISASI FTI – ITS

 

PRIORITAS I
Meningkatkan kinerja FTI-ITS agar dapat beroperasi sebagai organisasi pendidikan secara sehat, berkualitas, efisien, produktif dan akuntabel dengan menerapkan konsep-konsep Management.
– Faktor penentu keberhasilan : Kerjasama yang solid antara atasan dan bawahan untuk menerapkan visi misi dan tujuan FTI-ITS melalui konsep-konsep manajemen.
– Aktivitas yang dilakukan : Bekerja secara disiplin sesuai standard dan petunjuk operasional.
Output      : Penilaian atas pekerjaan yang baik oleh pihak internal dan eksternal ITS.
Outcome  : Meningkatkan kinerja dan produktifitas pegawai FTI – ITS.
Impact      : Meningkatnya kualitas FTI – ITS sebagai fakultas yang produktif dan akuntabel.
 
 
PRIORITAS II
Mengembangkan jejaring dan kerjasama ditingkat nasional maupun internasional melalui media Teknologi Informasi, alumni dan hubungan industrial.
– Faktor penentu keberhasilan : Jalinan kerjasama yang baik antara FTI – ITS dengan pihak-pihak berkepentingan tingkat nasional maupun internasional.
– Aktivitas yang dilakukan : Mengadakan kerjasama dengan lembaga pemerintahan, perusahaan BUMN, dan perguruan tinggi luar negeri.
Output    : MoU FTI – ITS dengan lembaga pemerintahan, perusahaan BUMN, dan perguruan tinggi luar negeri.
Outcome    : Meningkatkan publikasi FTI – ITS nasional dan internasional
Impact        : Meningkatnya reputasi FTI – ITS dalam pengembangan ilmu pengetahuan   dan teknologi industri.

 

PRIORITAS III
Memberikan motivasi kepada mahasiswa agar terus berprestasi dalam berbagai kegiatan.
– Faktor penentu keberhasilan : Minat dan kemampuan mahasiswa dalam proses belajar.
– Aktivitas yang dilakukan : Memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.
Output      : Prestasi mahasiswa dalam berbagai kejuaraan.
Outcome  : Meningkatkan nama baik FTI – ITS atas prestasi yang telah diraih.
Impact      :Meningkatnya reputasi FTI – ITS dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi industri.

 

PRIORITAS IV
Menciptakan fresh graduate atau lulusan yang berkompeten dalam menghadapi persaingan dunia kerja.
– Faktor penentu keberhasilan :Keunggulan kualitas SDM baik tenaga pendidikan dan non kependidikan, teknologi, serta pelayanan.
– Aktivitas yang dilakukan : Meningkatkan mutu pelayanan dengan memanfaatkan SDM yang berkompeten dibidangnya serta dukungan teknologi.
Output      : Alumni FTI-ITS yang sukses dan mahasiswa berprestasi.
Outcome  : Menumbuhkan minat pendidikan kepada calon mahasiswa.
Impact     : Meningkatnya reputasi FTI – ITS dalam pengembangan ilmu pengetahuan   dan teknologi industri.

Referensi :

  1. Dokumen BAN – PT
  2. Web Fakultas Teknologi Industri – ITS

 http://arasy.dosen.narotama.ac.id

Perkembangan Internet

Perkembangan Internet

Perkembangan Internet saat ini memang sangat pesat Secara harfiah, internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf ‘I’ besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.
Internet adalah sebuah sistem jaringan komputer global yang saling berhubungan yang menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP / IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Ini adalah jaringan dari jaringan yang terdiri dari jutaan usaha swasta, masyarakat, akademis, dan pemerintah lokal untuk jaringan lingkup global yang dihubungkan oleh serangkaian luas teknologi jaringan elektronik dan optik. Internet membawa array yang luas dari sumber informasi dan jasa, terutama dokumen-dokumen hypertext antar-link dari World Wide Web (WWW) dan infrastruktur untuk mendukung surat elektronik.
Sudah lebih dari 20 tahun sejak penggunaan internet dibuka untuk umum oleh US Federal Networking Council, kini pengguna internet dunia mencapai lebih dari 1,4 miliar atau sekitar 21% dari total penduduk dunia. Di Afrika pengguna internet mencapai lebih dari 51 juta orang, lebih dari 578 juta orang di Asia, lebih dari 384 juta orang di Eropa, lebih dari 41 juta orang di Timur Tengah, lebih dari 248 juta orang di Amerika Utara (Amerika Serikat & Kanada), lebih dari 130 juta orang di Amerika Latin, dan lebih dari 20 juta orang di Australia, dengan total sekitar 21% dari penduduk dunia.
Di Benua Asia, peringkat pertama negara dengan jumlah penggguna internet terbanyak adalah China dengan total 253 juta orang pengguna atau sekitar 19% dari total penduduk China. Sedangkan Indonesia, pengguna internet mencapai sekitar 25 juta orang, atau sekitar 10% dari total penduduk.
Di Eropa peringkat pertama negara dengan jumlah pengguna internet terbanyak adalah Jerman dengan total 52 juta orang pengguna atau sekitar 63 juta dari total penduduknya.

Dari data tercatat bahwa peningkatan pengguna internet di dunia mencapai 305% dati tahun 2000 hingga kini. Coba bayangkan bagaimana sibuknya bisnis bila 0,1% saja dari pengguna internet dunia menjadi pelanggan produk yang kita pasarkan, itu artinya kita memiliki 140 juta pelanggan yang kemudian membeli produk kita. Maka keuntungan yang kita peroleh bisa mencapai US$1,4 juta jika keuntungan bersih kita adalah US$1.
Sebelum produk layanan internet dibuka untuk umum, untuk mempromosikan produk kepada 0,1% penduduk dunia bisa dikatakan sangat sulit dan membutuhkan modal yang luar biasa besar.
Namun saat ini dengan menggunakan internet segalanya menjadi mungkin, mudah, dan murah. Cara berpromosi menjadi lebih cepat dan murah. Seseorang cukup duduk di tempat tidurnya untuk bisa menawarkan produknya kepada seseorang di luar negeri. Yang penting adalah pengetahuan tentang penggunaan komputer, internet serta beberapa software pendukung untuk membantu pemasaran produk melalui internet yang disebut komputer bisnis.
Dalam komputer bisnis alat yang dibutuhkan tidak lain adalah seperangkat PC atau Laptop plus koneksi internet, itu saja. Fasilitas internet kini sangat luas dan mudah kita temui. Contohnya di Mall yang menyediakan fasilitas gratis koneksi internet lengkap dengan komputer. Kita tinggal memetik keuntungan asalkan tahu cara menggunakannya yang Free Internet Connection. Bahkan jika kita punya modal sedikit saja, kita bisa membawa Laptop dengan modem berbentuk pulsa agar bisa mengundu internet dimana saja.
Konsep sederhana dari cara menghasilkan uang melalui internet adalah lakukan klik dan hasilkan uang. Semakin banyak pengunjung dan teman yang melakukan klik terhadap bisnis online kita, maka semakin banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan.